Bismillah...
Pertanyaan:
Ustadz Spt iuran rt, kalo ada yg sakit, atau rumah rusak, mk akan diambilkn dari iuran.
Jika tdk trjdi apa2 mk iuran td tdk bsa diambil. Mirip asuransi.
Akadnya ya iuran. Bkn tabungan.
Diberikan bgi yg mmbutuhkan misalnya ada yg sakit, ada yg kesusahan.
Jika org yg iuran tdk sakit atau tdk kesusahan mk uangnya tdk diambil.
Misalnya iuran rt. Setiap bulan 50.000.
Jika nnti ada yg sakit akan dbntu dari uang tsb. Jika dia tdk sakit mk tdk dpt apa2..
Boleh tidak ya?
✅ Jawaban:
Iuran itu akadnya Hibah, dimana peruntukkannya untuk tabarru' jika ada yang terkena musibah dll.
Dananya akan disimpan oleh pengelola dana, dan akan dipergunakan untuk ta'awun dan Tabarru jika kemudian ada yg terkena musibah sakit ataupun bantuan dll
Adapun jika peserta pembayar hibah kemudian menerima bantuan dari dana yg telah dia bayarkan dan hibahkan, apakah dalam hal ini seseorang boleh menerima kembali pemberian yg sdh dihibahkan?
Dalam akad tabarru', kesempurnaan akad baru terjadi ketika telah serah terima (qabdh).
Dalam kaidah "la yatimmu tabarru illa bil qabdh" ..
Dana masih dipengelola berarti belum qabdh atau serah terima, maka boleh peserta pembayar hibah iuran mendaptkan bantuan dari dana yang sudah dibayarkan.
Allahu a’lam.
Ustadz Dr Ruslan Marasabessy.
------------------------------
> Follow Instagram https://instagram.com/kajianislamadina?utm_medium=copy_link
> Gabung dalam WAGroup Kajian ISLAMADINA >>> Click https://chat.whatsapp.com/HdziGSljjeu7mXYdPxEDu8
===============================
Wallahu a'lam bishawab.
Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].
Jazaakumullahu khairan.

Follow Us