Apakah Boleh Meminta DP dari Pembeli?

Apakah Boleh Meminta DP dari Pembeli?

Bismillah...

Pertanyaan:

Bismillah

Assalamu'alaikum PakDe

Afwan mau bertanya. 

Selama ini Fulan berjualan pakaian dengan stock yang dibeli putus, kemudian datang pembeli hendak membeli dengan jumlah yang banyak melebihi stock yang ada. 

Otomatis harus membeli tambahannya dari supplier. 

Qadarullah modalnya tidak mencukupi. 

Apakah boleh meminta DP dari pembeli untuk menutupi kekurangan modal. Barang dikirim dulu ke Fulan, baru dikirim oleh Fulan kepada pembeli. 

Syukron atas jawabannya

Jazaakallahu Khairan wa Barakallahu Fiik

🟧 Jawab:

Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barokatuh. 

Down payment boleh (saya ambil pendapat ini) dalam islam. Dalam bahas arab disebut Urbun. 

Walaupun banyak sekali perbedaan pendapat ulama mengenai hal ini. Sebagian ada yang membolehkan dan sebagian ada yang melarang. 

Dasar kata urbun dalam bahasa Arab adalah “meminjamkan” atau “memajukan”. Secara etimologis urbun berarti sesuatu yang digunakan sebagai pengikat jual beli.

☑️ Syeikh Abdulaziz bin Baaz (mantan Mufti Agung Saudi Arabia) Rohimahullah pernah ditanya,

Apa hukum melaksanakan jual beli sistem panjar (Al Urabun) apabila belum sempurna jual belinya. 

Bentuknya adalah dua orang melakukan transaksi jual beli, apabila jual beli sempurna maka pembeli menyempurnakan nilai pembayarannya dan bila tidak jadi maka penjual mengambil DP (panjar) tersebut dan tidak mengembalikannya kepada pembeli?

Beliau menjawab,

Tidak mengapa mengambil DP (uang panjar) tersebut dalam pendapat yang rojih dari dua pendapat ulama, apabila penjual dan pembeli telah sepakat untuk itu dan jual belinya tidak dilanjutkan (tidak disempurnakan).”

(Fiqh Wa Fatawa Al Buyu’ disusun Asyrof Abdul maQshud hal 291, dinukil dari Shohih Fiqh Al Sunnah 4/412)

☑️ Fatwa no. 9388 yang berbunyi:

Pertanyaan:

Bolehkah seorang penjual mengambil uang muka (’Urbuun) dari pembeli dan dalam keadaan pembeli gagal membeli atau mengembalikannya apakah penjual berhak secara hukum syari’at mengambil uang muka tersebut untuk dirinya tanpa mengembalikannya kepada pembeli?

Jawaban:

Apabila realitanya demikian maka dibolehkan baginya (penjual) untuk memiliki uang muka tersebut untuk dirinya dan tidak mengembalikannya kepada pembeli –menurut pendapat yang rojih- apabila keduanya telah sepakat untuk itu.

Ditanda tangani oleh Syeikh Abdulaziz bin Baaz, Abdurrazaq ‘Afifi dan Abdullah bin Ghadayaan.

(Fatawa Lajnah Daimah 13/132)

Maka. Silahkan dilanjut jual belinya dengan meminta DP kepada calon pembeli

Note:  Bilamana pembelian batal maka down payment lebih baik dikembalikan karena yang demikian lebih baik. 

Allahu a’lam. Barakallah fiikum. 


@dewopakde

Komunitas Pengusaha Muslim


Click https://chat.whatsapp.com/HYl5wYGJ6ifARimEzQjhB3

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.